Field Study - EED UMK

Field Study, PBI – UMK 2016. Senin 19 – 23 September 2016, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus yang terdiri dari 91 mahasiswa semester 5, 7 Dosen Pendamping dan 1 Staff Akademik bertolak menuju Denpasar Bali untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (Field Study) yang menjadi salah satu persyaratan mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa semester 5. Pukul 08.00 WIB Rombongan dilepas oleh Wakil Dekan III Drs. Sucipto M.Pd. Kons di halaman Auditorium Universitas Muria Kudus. Rombongan terdiri dari 2 bus yang langsung menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk kemudian menyeberang menuju pelabuhan Gilimanuk Bali.

Pada tanggal 21 September 2016 Rombongan melakukan kunjungan ke Indonesia Australia English Foundation (I/A/L/F) di Denpasar Bali. Sebuah lembaga pelatihan bahasa inggris yang memberikan materi pembelajaran dan pengajaran pendidikan di Indonesia, para mahasiswa beserta dosen diterima langsung oleh David Bradbury (Teacher Training Manager – IALF Denpasar). Mahasiswa kemudian diberikan pelatihan singkat bagaimana melakukan pengajaran bahasa inggris dalam seminar “Teaching Using English as Medium of Instruction (EMI)”. Dalam kesempatan ini mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Inggris sangat antusias mengikuti teknik dan paparan yang disampaikan oleh Daivd Bradbury.

Kunjungan selanjutnya adalah ke SD 8 Dauh Puri Denpasar, sebuah sekolah dasar yang masih menjaga nilai-nilai budaya dan pembelajaran bagi siswanya melalui dongeng dan permainan tradisionalnya. Diterima langsung oleh Kepala Sekolah Dra. Ida Ayu Putu Tirta rombongan menuju halaman sekolah dimana disitu telah siap siswa-siswa yang akan memberikan suguhan sebuah permainan tradisional. Dibawah asuhan Made Taro, salah satu sesepuh dan pakar pendongeng yang dimiliki oleh Bali, anak-anak SD 8 Dauh Puri sangat piawai dalam memainkan salah satu permainan tradisional, beberapa mahasiswa pun diajak untuk bermain bersama.

Pria kelahiran Desa Sengkidu, Kecamatan Maggis, Kabupaten Karangasem, Bali tahun 1939 ini bersama Sanggar Kukuruyuk yang didirikannya berhasil mempopulerkan konsep mendongeng sambil bermain.Beliau menekuni cerita rakyat, permainan rakyat dan nyanyian rakyat setelah menyeleaikan pendidikan Arkeologi di Fakultas Sastra Universitas Udayana di Tahun 1973.

Made Taro dengan Sanggar Kukuruyuk miliki beliau yang berpusat di SD 8 Dauh Puri Denpasar, dan kini sudah membuka cabang di SD Saraswati 4 Denpasar dan SD Kartika Udayana menerapkan konsep mendongeng sambil bermain. Keceriaan siswa-siswi SD 8 Dauh Puri sangat terasa ditengah modernisasi alat teknologi sekarang ini, Made Taro terus memberikan motivasi kepada anak-anak melalui pesan yang disampaikan dalam setiap permainan tradisional dan dongeng.

Di penghujung Kuliah Kerja Lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan atas apa yang telah diterima selama melaksanakan kegiatan ini dalam bentuk sistem pengajaran dan pendidikan kedepannya.(HARRIZ/FKIP)
 

 

 

Berita Dikti

Berita Kopertis VI

Go to top