Lesson Study berbasis Learning Community di UMK

 

KUDUS- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus menyelenggarakan acara Workshop dengan tema, “Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Lesson Study berbasis Learning Community” dengan menghadirkan dua pembicara Sumar Hendayana, Ph.D dan Dr. Asep Supriatna, M.Si mulai Senin-Selasa (17-18/4) bertempat di Ruang Seminar Lantai 4, Gedung Rektorat, Universitas Muria Kudus.

Peserta Acara tersebut berjumlah sekitar 110 peserta yang terdiri dari 30 dosen dari FKIP UMK dan 80 guru sekolah mulai jejang SD, SMP, dan SMA di Kudus dan sekitarnya yang menjadi mitra PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) FKIP Universitas Muria Kudus.

Sumar Hendayana, Ph.D yang merupakan ketua lesson study membawakan materi berjudul, “Cultural Value & Institutionalisasi untuk Sustainability Lesson Study.” Sedangkan Dr. Asep Supriatna menyampaikan materi tentang “Lesson Desain.”

“Lesson Study Learning Community (LSLC) dapat meningkatkan mutu pembelajaran apabila dilakukan secara serius dan konsisten. Keberhasilan LSLC dapat dilihat pada pembelajaran sehari-hari yang bermutu. Seorang dosen / guru jika semakin sering mengobservasi pembelajaran secara serius maka akan semakin terlatih mata dan telinga kita melihat dan mendengar kesulitan belajar,  untuk merefleksi dan membantu mahasiswa/siswa tersebut dengan memfasilitasi mahasiswa/siswa untuk saling belajar.” Kata Sumar.

Asep Supriatna menjelaskan bahwa dalam mengembangkan Lesson Design (PLAN) nama Metoda/ model pembelajaran  tidak terlalu penting, yang penting adalah siswa terlibat berpikir kritis, berkolaborasi, berlatih kreativitas dan berkomunikasi yang baik dengan yang lainnya.  Seorang Pendidik entah itu Dosen atau guru perlu mengembangkan lesson design yang berpusat pada mahasiswa atau siswa agar mereka lebih bisa berkolaborasi, berkomunikasi, dan berlatih berpikir kritis.

 

Kedua dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu, pada hari pertama, selain menyampaikan materi juga melakukan pendampingan untuk pembentukan kelompok lesson study bagi dosen, dan kelompok lesson study guru sekolah bertempat di gedung Pascasarjana UMK. Dalam kelompok diskusi itu peserta dilatih menyusun rencana pembelajaran dan mempersiapkan Open Class.

Pada hari Kedua, dilakukan Open Class di SMA 1 Bae Kudus oleh Rokhis Setiawati, S.Pd.,M.Pd. sedangkan Open Class yang kedua dilakukan di SD 1 Panjang oleh Tri Wahyuni, S.Pd. Saat kedua guru tersebut mengajar, semua peserta workshop melihat dan memperhatikan kedua guru tersebut mengajar di belakang dengan berdiri. Setelah itu dilakukan evaluasi.

Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd. selaku ketua panitia menyatakan bahwa Tujuan diadakannya acara lesson study adalah sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran secara terus menerus baik di lingkungan FKIP UMK maupun di sekolah. Dengan lesson study kita dapat merancang dan melaksanakan desain pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan sehingga anak akan mudah memahani materi pembelajaran.

“Harapannya ke depan ada lesson study for learning community Muria Kudus (LSLC), dan kegiatannya merupakan kolaborasi antar guru dengan guru, guru dengan dosen, atau dosen dengan dosen.” Tandasnya.

 

 

 

Berita Dikti

Berita Kopertis VI

Go to top