Linggar Uji Nugraha Wisuda Periode April 2015

April 2015 Universitas Muria Kudus akan memwisuda 170 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Mahasiswa tersebut terdiri dari 88 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, 44 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan 38 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Linggar Uji Nugraha, merupakan salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga termasuk yang di wisuda 8 April 2015. Pria berkelahiran Pati, 25 April 1991  ini bukan hanya sebagai mahasiswa tetapi juga sebagai atlet pencak silat yang ikut memperkenalkan Universitas Muria Kudus di seluruh Indonesia dan dunia. Adapun beberapa pertandingan yang pernah dimenangkan antara lain juara 2 kejurnas antar perti di Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta Tahun 2011, Juara 2 Pekan Olahraga Nasional Tahun 2012, Juara 1 Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2013, Juara 2 Pekan Olahraga Mahasiswa Tahun 2013, Juara 3 kejurnas pencak silat Tahun 2014, Juara 1 Asean University Games Tahun 2014.

Dari berbagai macam kejuaraan tersebut tidak lantas membuat Linggar berpuas diri,dia terus berlatih. Belajar dan berlatih merupakan dua kegiatan yang harus dilakukan demi cita-cita. Salah satu bukti dari kerja kerasnya adalah tetap mampu ber IPK diatas 3 meski sering meninggalkan jadwal kuliah. Rencananya setelah lulus dari FKIP UMK adalah ingin melanjutkan kuliah lagi ke S2 dengan mengambil jurusan yang sama, dengan cara mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa dari Program yang diselenggarakan oleh BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia). Beasiswa BAPOMI hanya diperuntukkan untuk atlet yang mendapatkan medali emas, apabila mahasiswa belum lulus/masih dalam tahap belajar akan dibiayai sampai selesai masa studinya, dan apabila mahasiswa sudah lulus, maka untuk beasiswa S2.

Menurut Linggar, hampir tidak percaya mengambil Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, karena nilai Ujian Akhir Nasional saat dibangku SMA merupakan nilai terendah dibanding mata pelajaran yang lain, tapi Linggar berusaha menekuninya hingga dapat meraih gelar sarjana pendidikan. Skill atau kemampuan berbahasa inggris adalah nilai lebih bagi Linggar, jika nanti mengikuti kejuaraan di tingkat internasional. Sebenarnya berbicara bahasa inggris itu tidak sesulit grammar dalam penulisan, itu hanya merupakan kebiasaan saja, semakin sering bahasa inggris itu digunakan maka semakin cepat untuk menguasainya, ungkap Linggar. Linggar mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak dan ibu dosen yang mengajar, dari yang hanya bisa mengucapkan “Yes dan No” sekarang sudah bisa lebih dari itu.

Saran yang diberikan demi kemajuan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris adalah tetap menerapkan “English is Everyday” agar menjadi terbiasa dan untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dukungan dan apresiasi bagi mahasiswa berprestasi mohon diberikan seluas-luasnya agar mahasiswa bisa memajukan dan memperkenalkan ke dunia bukan dari sisi akademik saja, karena bangsa yang besar bukan hanya kaya akan alam, kaum intelektual tapi juga kaya akan atletnya.(Lia KIP)

 

Halaman 30 dari 32

 

 

Berita Dikti

Berita Kopertis VI

Go to top