Dosen PBSI Mengajar di Thailand

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Adalah Muhammad Noor Ahsin, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muria Kudus itu mengikuti Visiting Lecturer di Fatoni University, Thailand mulai 8 Februari – 6 Maret 2020.  Hal ini dapat berlangsung lantaran almamaternya UMK menjalin kerjasama dengan Fatoni University di antaranya bidang visiting lecturer, student exchange, join research, dan sebagainya.  Diterangkan olehnya bahwa di Fatoni University dia di sana kegiatannya adalah membantu mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Jurusan Jabatan Bahasa Melayu konsentrasi Bahasa Indonesia di Fatoni University dengan memberikan pelatihan berbicara,  menyimak,  pelatihan menulis, berpidato bahasa Indonesia, pelatihan bercerita, membimbing skripsi, dan sebagainya. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tapi juga di luar kelas dengan tujuan agar mahasiswa semakin tertarik dan senang. “Selain itu saya juga memperkenalkan budaya Indonesia, salah satunya baju adat khas kudus. Saya membawa baju adat khas Kudus untuk diperkenalkan dengan mahasiswa dan juga membawa boneka tangan khas baju adat Kudus untuk pembelajaran. Selain itu juga memperkenalkan makanan khas Kudus, seperti jenang Kudus. Saya jelaskan sejarah jenang Kudus, serta saya bawa Jenang lalu mereka mencicipinya.  Alhamdulillah mereka suka dan sangat tertarik sekali dengan budaya dan makanan Indonesia,” katanya. Saat ada acara dengan dosen dan mahasiswa di Jurusan Jabatan Bahasa Melayu konsentrasi Indonesia juga ada suguhan khas makanan Indonesia, seperti pecel dan emping. Bumbu pecel di bawa dari Indonesia, sedangkan sayur dari sana.  Dosen dan mahasiswa di sana menyukai makanan  pecel. Ditanya tentang kesan mengikuti program tersebut Ahsin mengaku senang karena bisa mendapatkan pengalaman internasional kaitannya dengan mengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing di Thailand.  Ke depan dirinya juga ingin mengikuti kegiatan yang serupa lagi. Setelah mengikuti program visiting lecture tersebut, dia berharap banyak orang luar negeri yang lancar berbahasa Indonesia dan semakin mengenal kebudayaan Indonesia. “Semoga orang asing banyak yang datang ke Indonesia. Apalagi di Asia Tenggara Bahasa Indonesia adalah merupakan bahasa resmi Asean” pungkasnya. Semakin banyak orang mempelajari bahasa Indonesia semakin baik dan pemerintah Indonesia pun sangat mendukung. (fkip/)