iden

Lolos PIMNAS, Pertama Wajib Perhatikan Pedoman PKM

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan pelatihan terkait program kreativitas mahasiswa (PKM), kegiatan ini mengundang dosen dan mahasiswa. Karena ada beberapa yang harus diperhatikan agar proposal PKM tidak langsung disingkirkan.

Karena proposal PKM yang kirim mencapai 45.103 pada 2019, sehingga proposal PKM yang tidak sesuai prosedur atau aturan, maka akan langsung disingkirkan. ”Baik dosen maupun mahasiswa harus membaca pedoman PKM 2020,” kata dr. Bandung Arry S. Mi.KOMP saat memberikan pelatihan di Auditorium UMK Rabu (11/12).

Beberapa perbedaan pedoman antara lain, pada 2018 tim PKM-M dan T bisa 3-5 orang, namun pada 2020 minimal 4 – 6 orang. Jika PKM-M dan T jumlahnya Cuma tiga orang, maka diapstikan langsung disingkirkan walaupun ide kegiatan dalam proposal baik, sehingga pedoman harus dipahami.

Selain itu, jika pada 2018, anggota PKM boleh lintas perguruan tinggi, pada 2020 tidak diperbolehkan lintas perguruan tinggi. Lalu untuk tandatangan dosen dan pimpinan sudah tidak diperlukan, namun diverifikasi doen dan pimpinan melalui aplikasi yang sudah disiapkan.

Dalam kegiatan tersebut, dirinya juga memebrikan kriteria proposal yang baik. Seperti topik PKM turunan dari problem prioritas nasional, regional, atau inetrnasional. Selanjutnya fakta-fakta harus diungkapkan secara kualitatif dan kuantutatif untuk mendefinisikan problem. ”Jadi tidak boleh ada asumsi, harus ada data jelas, misalny mengatakan anak jalanan makin meningkat, maka harus jelas peningkatannya berapa dan sumbernya,” imbuhnya.

Selain itu, untuk solusi yang dinginkan harus terukur dengan baik dan diperoleh melalui cara kreatif atau inovatif. Selanjutnya manfaat tergambarkan dengan jelas, dengan penekanan sesuai bidang atau skema di dalam proposal.

Untuk itu, jika ingin masuk ke PIMNAS, maka harus melalui tahapan tersebut, proposal harus dibuat sesuai pedoman dan beberapa kriteria yang ada. Untuk penentuan juara Pimnas, ada bobot nilai. Yakni laporan akhir sebanyak 15 persen, presentasi sebanyak 60 persen, dan artikel sebanyak 25 persen.

Dia menambahkan, persaingan PKM sangat ketat, karena pafa 2019 ada 45.104 proposal yang masuk. Sementara yang didanai sebanyak 3.621 proposal atau hanya 8 persen saja, sementara yang amsuk PiMNAS hanya 420 proposal atau 0,009 persen. ”Jadi, jika sudah didanai, berarti proposal kalian dinilai baik, jika ingin ke PImnas memang harus bekerja keras, tentunya sejak awal,” jelasnya. (LInfokom_Humas)