iden

‘’Bordir’’ Antarkan AG. Sunarno Handoyo Raih Doktor

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

-   Penting Networking bagi Pengembangan UMKM  

UMK – Kerja sama (networking) antar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan, untuk pengembangan usaha. Pasalnya, networking merupakan modal sosial untuk meningkatkan keunggulan dan daya saing.

AG. Sunarno Handoyo, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK), mengatakan, di luar kerja sama antar pelaku UMKM, berbagai hal lain juga mesti diperhatikan. Antara lain inovasi produk dan pemasaran, hingga pengembangan merek.

‘’Sayangnya, kolaborasi masih belum terbangun. Dalam hal penciptaan inovasi pemasaran, misalnya. Pemasaran produk oleh para pelaku UMKM, masih berjalan sendiri-sendiri (individual) dan belum dibangun secara kolektif,’’ katanya.

Dia mengemukakan, belum ada keterpaduan hubungan antara pengusaha UMKM. ‘’Mestinya keterpaduan ini terbangun secara alami, sehingga ada hubungan timbal balik yang positif. Misalnya, jika ada pengusaha yang mendapatkan order dan kapasitas produksinya tidak memenuhi, bisa dilimpahkan ke pelaku UMKM lain. Ini hanya akan berlaku jika ada kerja sama,’’ ungkapnya.

Kaji Bordir

AG. Sunarno Handoyo, adalah satu di antara sekian dosen Fakultas Ekonomi UMK yang begitu peduli dan memberikan perhatian khusus terhadap UMKM di Jawa Tengah, khususnya bordir. Sebab menurutnya, UMKM merupakan pilar penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat dan bangsa.

UMKM bordir di Jawa Tengah, menurutnya, tumbuh berkat konsistensi para perajinnya untuk mempertahankan dan mengembangkannya. ‘’Bordir menjadi kekayaan budaya yang berkesinambungan dikerjakan oleh para perempuan, dan kini tak sedikit laki-laki yang terjun di dalamnya,’’ ujarnya.

Berdasarkan kajian yang telah lama dilakukannya, bordir dikembangkan di beragam jenis produk, mulai dari kebaya, baju muslim, jilbab, sorban, kerudung, jubah, mukena, seragam kerja, asesoris, makromah, kaus, korden, seprei, hingga taplak.

‘’Jumlah UMKM bordir di Jawa Tengah, juga cukup banyak. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi 2014, dari enam kabupaten/kota saja tercatat tak kurang dari 388 UMKM bordir,’’ jelasnya.

Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) DPK dari Kopertis VI Wailayah Jawa tengah ini mengemukakan, enam kabupaten/kota itu adalah Kudus (114 UMKM), Batang (68 UMKM), Pekalongan (80 UMKM), Tegal (16 UMKM), Purworejo (28 UMKM), dan Klaten (82 UMKM).

Raih Doktor

Kepedulian dan perhatian AG. Sunarno Handoyo terhadap pengembangan UMKM di Jawa Tengah, khususnya bordir, memberikan pengalaman intelektual yang tak akan pernah terlupakan sepanjang hayatnya. Bertapa tidak, perhatiannya terhadap UMKM bordir inilah yang kemudian mengantarkannya meraih gelar Doktor (S3), jenjang tertinggi pendidikan.

Gelar Doktor diraihnya dari Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, setelah ia berhasil menyelesaikan disertasinya berjudul ‘’Pengaruh Inovasi Pemasaran Orientasi Pasar Modal Sosial Terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Pemasaran pada UMKM Bordir Jawa Tengah’’ disertasinya di bawah arahan Prof. Dr. H. Ujianto MS. dan Dr. Hotman Panjaitan MT. MM (co promotor).

Disertasi ini berhasil dipertahankan di depan penguji yang diketuai Prof. Dr. Hj. Tri Ratnawati MS., Ak, C.A., dengan anggota Prof. Dr. Ujianto MS, Prof. Dr. Andi Sularno MM., Prof. Dr. Tatik Suryani MS., Dr. Hotman Panjaitan MM. MT., Dr. H. Slamet Riyadi M.Si. Ak., dan Dr. Ayun Mudawinarti MP.

‘’Saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan studi S3 di Untag Surabaya selama empat tahun dua bulan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.8 (sangat memuaskan),’’ ujar suami suami Suryani Hastuti SE. SPd. Yang mengajar di UMK sejak 1984.

Dia mengaku sudah lama mengkaji UMKM, khususnya bordir. ‘’Saya melakukan pendampingan sejak 2006 bersama Dr. Mamik Indaryani MS., Hj. Ponny Harsanti SE. M.Si. Akt, dan Dra. Ponco Winahyuningsih MM,’’ katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. M. Edris MM. menyambut gembira atas diraihnya gelar Doktor oleh rekan kerjanya itu. ‘’AG. Sunarno Handoyo merupakan sosok yang seakan tak lelah belajar dan pantang menyerah. Terbukti, tiga gelar Sarjana (S1) disandangnya, yaitu dari Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ilmu Hukum UMK, dan Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP PGRI Semarang,’’ katanya.

Edris pun  berharap, AG. Sunarno Handoyo bisa mengembangan ilmunya dan lebih bekontribusi bagi pengembangan fakultas dan UMK secara umum. ‘’Semoga gelar Doktor yang diraih ikut mengembangkan keilmuan dan membawa manfaat bagi pengembangan UMKM, baik di Kudus, Jawa Tengah, maupun Indonesia,’’ tuturnya. (Rosidi-Portal)